Bimbingan Kemandirian

Bimbingan Kelompok Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya

Bertempat di Aula Bapas Kelas I Surabaya, Kamis tanggal 11 April 2018 , Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Kelas I Surabaya yang berjumlah 7 orang melaksanakan bimbingan kelompok kepada 80 orang klien Bapas yang sedang menjalani Re-integrasi Pembebasan Bersyarat (PB) dan Cuti Bersyarat (CB). Kegiatan ini terlaksana sebagai bentuk “Pelayanan PRIMA” serta wadah untuk memberikan informasi berbagai hal mengenai Balai Pemasyarakatan, tugas dan fungsinya, sekaligunsmemberikan pemahaman kewajiban dan hak klien pemasyarakatan,  agar yang bersangkutan rajin datang untuk lapor diri setiap bulannya.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan dibuka oleh Plt. Kasubsi Registrasi Bapak Djoko.  Dalam arahannya, pak Djoko menjelaskan bahwa Klien yang mendapatkan usul reintregasinya disetujui sudah sewajarnya bersyukur sebanyak banyaknya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Begitu pula setelah dapat kembali ke rumah, klien diminta untuk lebih menjaga keluarganya dan terutama dirinya sendiri agar tidak kembali mengulangi tindak pidananya.

Acara berikutnya disampaikan oleh Bapak Alvian, materi yang disampaikan adalah berkaitan dengan kewajiban dan hak klien selama menjalani PB maupun CB terutama untuk wajib lapor di Bapas Kelas I Surabaya. Selain itu diberikan informasi bahwasanya klien  harus membina hubungan baik dengan Pembimbing Kemasyarakatan yang menangani reintegrasinya agar tetap mendapatkan hasil bimbingan yang terbaik. Dalam acara ini dilaksanakan tanya jawab yang diikuti oleh peserta dengan antusias.

Sebagai penutup, disampaikan oleh Bapak Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya, Bapak Hasan materi tentang Bahaya Narkoba. Beliau menerangkan bahwa bahaya Narkoba tidak akan pernah berhenti bahkan ketika klien telah menyelesaikan pidananya. Oleh karena itu klien harus mensyukuri bahwa mereka telah pulang kembali ke keluarga dan harus selalu berhati hati dalam memilih pergaulan demi kelangsungan hidup keluarga dan anak mereka.

Acara ditutup dengan doa dan pembagian buku bimbingan klien. Bimbingan kelompok tersebut selesai tepat pada pukul 12.00 WIB.

READ MORE

Bimbingan Kelompok Bagi Klien Pemasyarakatan

Bapas Kelas I Surabaya selalu mempunyai kegiatan rutin tiap bulannya, utamanya kegiatan untuk klien atau warga binaan pemasyarakatan (WBP). Salah satu kegiatan rutin tersebut adalah kegiatan Bimbingan Kelompok. Kegiatan Bimbingan Kelompok ini dilakukan dengan tujuan agar Klien mempunyai semangat dan percaya diri dalam menjalani re-integrasi dan tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum lagi.

Bimbingan kelompok kali ini diselenggarakan pada hari Kamis tanggal 28 Maret 2019. Dimulai dari pukul 08.00, bimbingan kelompok tersebut diikuti sebanyak 81 klien pemasyarakatan yang menjalani Cuti Bersyarat maupun Pembebasan Bersyarat.

Bimbingan Kelompok tersebut dibuka oleh Pembimbing Kemasyarakatan Ade Septian dengan ucapan salam, doa pembuka dan ucapan terima kasih bagi para klien yang telah bersedia datang, kemudian disambung dengan materi pertama tentang kewajiban klien dalam menjalani Cuti Bersyarat dan Pembebasan Bersyaratnya.

Kegiatan tersebut dilanjutkan oleh Pembimbing Kemasyarakatan Yoyon Sukaryono yang memberikan pengarahan tentang pentingnya hubungan baik dengan Bapas, terutama, klien PB dengan Pembimbing Kemasyarakatan yang bertugas hingga masa bimbingannya selesai.

Setelah itu Pembimbing Kemasyarakatan Alvian menyampaikan penjelasan tentang Bapas, Tugas dan Fungsinya serta kegiatan kegiatan yang ada di Bapas Kelas I Surabaya yang dapat diikuti oleh klien sehingga klien dapat lebih mandiri dan mampu bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Kegiatan selanjutnya adalah penyuluhan tentang Bahaya dan Resiko Narkoba yang disampaikan langsung oleh Kepala Bapas Kelas I Surabaya. “Narkoba sebagai obat obatan yang terlarang dapat menimbulkan bahaya bila disalahgunakan dengan mengonsumsinya tanpa pengawasan dokter dan didasari tujuan yang tidak tepat, namun jika obat yang digunakan sesuai dengan aturan, dosis, dan di bawah pengawasan dokter, maka penggunaannya efektif untuk mencapai kesembuhan”, menurut Kepala Bapas Kelas I Surabaya, Hasan, S.Sos. Kegiatan Bimbingan Kelompok ini diikuti klien dengan antusias dan semangat, hal itu dapat dilihat dari aktifnya kegiatan tanya jawab yang dilakukan oleh klien dan pemateri Bimbingan Kelompok. Bimbingan Kelompok berakhir pada jam 12.00 disertai dengan pembagian kartu bimbingan.

READ MORE

66 Orang Ikuti Orientasi CPNS Pembimbing Kemasyarakatan

66 orang CPNS untuk jabatan Pembimbing Kemasyarakatan Pertama mulai melakukan orientasi mengenai tugas, fungsi dan jabatannya sebagai Pembimbing Kemasyarakatan di Bapas Surabaya, senin (29/1). Kegiatan ini sedianya akan dilakukan selama 5 hari kedepan.
Dalam sambutannya, Kabapas Surabaya, Hasan berharap agar seluruh peserta dapat melakukan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan semangat. “Selamat datang di Bapas Surabaya, saya berharap kalian
semua dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh,”ucapanya.
Pada hari pertama, tampil sebagai pemateri adalah Kabapas Kediri, Yuyun Nurliana. Materi yang dibawakan mengenai tugas-tugas Pembimbing Kemasyarakatan. “Tugas Pembimbing Kemasyarakatan tidak bisa lepas dari hak-hak warga binaan, jangan sekalipun meminta imbalan dari tugas kita ini, hal ini berlaku jauh sebelum PK mendapat tunjangan kinerja seper sekarang ini,” demikian tandasnya.
READ MORE

Klien Anak Bapas Surabaya Dilatih Sablon

Surabaya, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Surabaya memberikan pelatihan keterampilan sablon bagi kliennya di aula bapas, Jumat (20/11). Pemberian pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan alternatif bagi 30 klien yang mengikuti kegiatan itu.

Para peserta pelatihan yang merupakan klien anak mendapat materi pengenalan dan latihan dasar sablon dengan menghadirkan narasumber dari Potek Tristar, Surabaya.

Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak Bapas Surabaya, Tri Pramoedjo,  mengungkapkan bahwa pelatihan ini dilakukan untuk membentuk klien Bapas Surabaya yang mandiri. “Sablon bisa menjadi keterampilan alternatif yang baru bagi mereka agar mampu menjadi wirausaha baru yang mandiri,” ujarnya.apel-pagi-dengan-pdl-635x350

“Melalui pelatihan ini diharapkan anak-anak ini punya keterampilan baru, minimal bisa memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi mereka,” tambahnya.

Salah satu peserta pelatihan yang pernah tersangkut kasus pembunuhan, Dibal (21), merasa senang bisa mengikuti pelatihan keterampilan sablon ini. “Saya diberi alat, keterampilan, dan hasil sablonan saya bisa langsung dipakai,” kata Dibal seraya memperlihatkan kaos putih bergambar ular bertuliskan “We Fun, Have Fun, Get Healthy” hasil sablonannya.

 

READ MORE

Bapas Surabaya Bangun Motivasi Diri Klien Pemasyarakatan

Surabaya, INFO_PAS – 150 orang klien Bapas Surabaya mengikuti penyuluhan tentang bahaya narkoba dari BNN Provinsi Jawa Timur, Selasa (14/4).

Pada kesempatan ini, para klien pun berkesempatan mengenal dan membangun motivasi diri. Dipandu Niken Mahendra dari Neema Foundation yang memang concern dibidang pemberdayaan masyarakat di Jawa Timur, para klien tampak serius dengan materi yang diberikan.

penyuluhan tentang bahaya narkoba dari BNN

Kepala Seksi Bimbingan Klien Dewasa Trisnaningsih, berharap agar kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan klien atas bahaya penggunaan narkoba selain utamanya meningkatkan kepercayaan diri mereka ketika kembali ke masyarakat.

“Kami berharap anak-anak kami ini dapat kembali menjadi pribadi yang berguna dan tidak lagi mengulangi kesalahan yang pernah dibuat di masa lalu,” tutur ibu cantik ini.

Menurut penyelenggara acara yang diwakili Nasik, Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan Klien Dewasa, kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama pihak Bapas Surabaya dengan BNNP Jatim dan Bapemas & KB Kota Surabaya.

“Kami berharap akan lebih banyak pihak yang dapat bergandengan tangan dengan kami untuk membimbing klien, baik dalam segi kemandirian ataupun kepribadian,” demikian harap Nasik.

READ MORE

Bapas Surabaya Siapkan Klien Mandiri dan Berguna

Surabaya, INFO_PAS – Senin (13/4), Raut wajah sumringah tampak di wajah Cyntia (48) saat mendemonstrasikan pembuatan nastar keju made in Cyntia di hadapan belasan klien dan pegawai Balai Pemasyarakatan (Bapas) Surabaya.

“Saya mendapat keterampilan pembuatan kue ini ketika saya menjadi penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Malang,” ucap Cyntia sambil mengaduk adonan kue.

“Saya tidak malu pernah dipenjara. Itu masa lalu dan saya harus maju serta mulai menata hidup demi masa depan. Saya mengajak semua mantan penghuni lapas atau rumah tahanan untuk selalu ambil bagian dalam pelatihan yang diadakan bapas,” tambah ibu satu anak ini.

keterampilan pembuatan kue

Keceriaan juga tampak di wajah Santoso (23), mantan napi narkoba yang pernah menghuni Lapas Kerobokan selama enam tahun.  Pemuda Jombang ini begitu bersemangat bertanya dan mencatat setiap arahan dari Dedy, intruktur pelatihan servis handphone dan komputer dari Ponsel Training Centre.

“Saya senang ikut kegiatan ini. Setelah bebas pada Oktober tahun lalu sampai saat ini saya masih menggangur. Setelah ikut pelatihan mudah-mudahan nanti saya bisa buka usaha servis handphone sendiri,” ujar Santoso bersemangat.

Dua pelatihan tersebut digagas oleh Bapas Surabaya guna menampung minat dan bakat kliennya. “Setelah kami lakukan survey sederhana, ternyata banyak yang berminat dalam otak-atik hape dan laptop. Karena itulah kami mengadakan pelatihan ini,” kata Junner, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja Klien Dewasa.

“Setiap bulan kami memang melakukan pendataan klien agar dapat melaksanakan program-program pelatihan tepat guna agar klien kami memiliki bekal keahlian yang bermanfaat,” tambah pria berdarah Batak ini.

“Bapas Surabaya akan selalu berusaha  mengadakan pelatihan-pelatihan yang mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi para saudara kami, semuanya gratis,” tegasnya

Kegiatan pelatihan servis handpone dan komputer ini sendiri diselenggarakan selama 12 hari sejak Senin (6/4) April lalu di aula Bapas Surabaya dan diikuti oleh 20 klien. (IR)

READ MORE

Tingkatkan Kepercayaan Diri Klien, Bapas Surabaya Gandeng Dinas Sosial

Surabaya, INFO_PAS – “Sebagai bekas WBP (warga binaan pemasyarakatan) anda harus dapat  berkompromi dengan masa lalu, berorientasi untuk meningkatkan diri, menata pikiran yang baik dan membangun interaksi dengan lingkungan yang baik,” demikian papar Singgih Wahyudiyana pemateri kegiatan bimbingan kepribadian klien Bapas (Balai Pemasyarakatan) Surabaya yang dilaksanakan di Aula Bapas Surabaya, Senin (09/3).

Singgih adalah pekerja sosial senior yang saat ini menjabat sebagai kepala bagian penyusunan program dinsos Propinsi Jatim.

Dalam materi yang disampaikannya, Singgih juga menyinggung mengenai irisan tugas dan fungsi antara Pekerja Sosial di Dinas Sosial dan Pembimbing Kemasyarakatan di Pemasyarakatan.

Kegiatan bimbingan kepribadian klien Bapas Surabaya, Senin (09/3).

Kegiatan bimbingan kepribadian ini sendiri digagas oleh Seksi Bimbingan Klien Dewasa Bapas Surabaya, dengan mengusung tema “Membentuk Kepribadian sehingga terbentuk klien pemasyarakatan yang memiliki tanggung jawab pribadi dan sosial dalam masyarakat”.

Kepala Bapas Surabaya Nadzif Ulfa mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan agar klien Bapas Surabaya dapat kembali ke tengah masyarakat dengan percaya diri dan tidak lagi melakukan pelanggaran hukum.

Pada kesempatan ini, dijajaki juga kemungkinan kerjasama yang dapat dilakukan oleh Bapas dan Dinsos.

“Sejak diberlakukannya UU SPPA No 11 Tahun 2012, Bapas dan dinsos sama-sama memiliki perhatian terhadap ABH, kerjasama antara PK dan PEKSOS mutlak diperlukan untuk melindungi hak-hak anak,” kata Nadzif.

ABH dan klien Bapas adalah warga daerah setempat, sehingga Pemda melalui Dinsos wajib membantu. Sinergitas antara Bapas dan Dinsos diharapkan dapat memberi kemampuan dalam melayani warganya ini.

Kedepan, Nadzif berharap akan lebih banyak pihak yang dilibatkan dalam bimbingan kepribadian maupun kemandirian klien Bapas.

READ MORE

Cerianya Bapas Surabaya dalam One Team, One Spirit, One Goal

Surabaya, INFO_PAS – Wajahnya nampak lelah, namun tak menghilangkan senyum ceria di wajah Eko, seorang pegawai Bapas Surabaya yang sudah berusia 56 tahun. Keceriaan juga tampak pada wajah 46 peserta lainnya yang mengikuti pembinaan Fisik, Mental, Disiplin Bapas Surabaya yang dilaksanakan di Trawas, Sabtu (28/2).

Meski tergolong sudah sepuh, Eko Pembimbing Kemasyarakatan yang telah mengabdi lebih dari seperempat abad ini, tetap semangat mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas menarik dalam aneka game yang memiliki nilai dan makna.

“Setiap yang kita lakukan hari ini, bermakna untuk meningkatkan semangat kebersamaan dalam dunia kerja,” kata Dian, instruktur cantik yang memandu setiap acara dalam pembinaan kali ini.

Petugas Bapas Surabaya mengikuti pembinaan Fisik, Mental

Hal yang sama  juga diungkapkan Kadiv Pas Kanwil Jatim Djoni Priyatno dalam sambutan yang dibacakan oleh Kabid Regwat Binsustik Jon Sutikno.

“Pembinaan ini sejatinya dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, sinergitas dalam pekerjaan dan tugas kita sehari-hari,” kata Jon.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membangun dan membentuk sosok petugas pemasyarakatan yang memiliki watak, karakter, dan profesionalisme sehingga tercipta petugas yang berperilaku amanah dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Senada dengan Jon, Kabapas Surabaya Nadzif Ulfa juga mengatakan bahwa kegiatan pembinaan FMD ini juga berguna untuk menghilangkan sekat-sekat antar bagian dalam organisasi sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan Bapas.

Selain diikuti petugas Bapas Surabaya, kegiatan pembinaan FMD ini juga diikuti oleh sebelas petugas Bapas Jember.

“Kami sangat berterimakasih karena telah diijinkan untuk ikut dalam kegiatan ini, mengingat jumlah personil kami yang sedikit,” kata Kepala Bapas Jember Yuningsih.

Menanggapi hal ini, Kepala Bapas Surabaya Nadzif Ulfa mengatakan bahwa pihaknya selalu terbuka menerima siapapun yang ingin maju bersama.

“Jatim Satu, Satu Jatim, kebersamaan dua Bapas ini, diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk Bapas yang lainnya,” kata Nadzif. (AP)

READ MORE